The socialization preventions underage marriage according to Marriage Law No. 16 of 2019

Authors

  • M. Yusuf Khummaini Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Nastangin Nastangin Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2839

Keywords:

Socialization, Prevention of Marriage, Underage, Marriage Law

Abstract

Marriage Law No. 16 of 2019 stipulates the minimum age for marriage as 19 years for both men and women. In reality, many people in society still marry before reaching the minimum age for marriage. The purpose of this community engagement is to provide information to the community on preventing underage marriage and the minimum age for marriage under Marriage Law No. 16 of 2019. This community engagement is in the Getasan District, Semarang Regency. There were 35 participants in the community engagement. This community engagement uses a Participatory Action Research (PAR) approach, often known as the PAR method. This approach includes planning, action, observation, and reflection. The results of this community engagement program show that the socialization prevention of underage marriage can be considered successful and in line with planned targets. This is an evident fact that after participating in this socialization program, the participants were able 100% to understand the minimum age limit for marriage in the Indonesian Marriage Law No. 16 of 2019, which is 19 years old for both men and women.

References

Amri, A., & Khalidi, M. (2021). Efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Terhadap Pernikahan Di Bawah Umur. Jurnal Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 6(1), 85–101. https://doi.org/10.22373/justisia.v6i1.10613

Arimurti, I., & Nurmala, I. (2018). Analisis pengetahuan perempuan terhadap perilaku melakukan pernikahan usia dini di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. The Indonesian Journal of Public Health, 12(2), 249-262.

Dini, A. Y. R., & Nurhelita, V. F. (2020). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan Terhadap Risiko Pernikahan Usia Dini. Jurnal Kesehatan, 11(1), 50-59.

Dwinanda, A. R., Wijayanti, A. C., & Werdani, K. E. (2015). Hubungan antara pendidikan Ibu dan pengetahuan responden dengan pernikahan usia dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 76-81. https://doi.org/10.24893/jkma.v10i1.166

Hidayah, N. P., & Komariah, K. (2021). Sosialisasi Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Sebagai Upaya Penyadaran Pemahaman Hukum Tentang Usia Minimum Pernikahan. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement), 3(2), 206–218. https://doi.org/10.15294/jphi.v3i2.44685

Indrianingsih, I., Nurafifah, F., & Januarti, L. (2020). Analisis dampak pernikahan usia dini dan upaya pencegahan di desa Janapria. Jurnal Warta Desa (JWD), 2(1), 16-26. https://doi.org/10.29303/jwd.v2i1.88

Lubis, Z. H., & Nurwati, R. N. (2020). Pengaruh pernikahan usia dini terhadap pola asuh orang tua. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 1(1), 1-13. https://doi.org/10.24198/jppm.v1i1.30948

Munawar, A. (2015). Sahnya perkawinan menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia. Al-Adl: Jurnal Hukum, 7(13). https://doi.org/10.31602/al-adl.v7i13.208

Muntamah, A. L., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Pernikahan dini di Indonesia: Faktor dan peran pemerintah (Perspektif penegakan dan perlindungan hukum bagi anak). Widya Yuridika, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.31328/wy.v2i1.823

Musyarrafa, N. I., & Khalik, S. (2020). Batas Usia Pernikahan Dalam Islam. Jurnal Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 1(3), 703–722.

Nazaruddin, N. (2020). Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah Sebagai Tujuan Pernikahan: Tinjauan Dalil Dan Perbandingannya Dengan Tujuan Lainnya Berdasarkan Hadits Shahih. Jurnal Asy-Syukriyyah, 21(02), 164–174. https://doi.org/10.36769/asy.v21i02.110

Octaviani, F., & Nurwati, N. (2020). Dampak pernikahan usia dini terhadap perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS, 2(2), 33-52.

Pohan, N. H. (2017). Faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini terhadap remaja putri. Jurnal Endurance, 2(3), 424-435. http://doi.org/10.22216/jen.v2i3.2283

Prastini, E. (2022). Pernikahan usia dini dalam tinjauan hukum dan psikologi anak. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(2), 43-51.

Sari, N. A. T. N., & Puspitasari, N. (2022). Analisis faktor penyebab dan dampak pernikahan usia dini. Ilmiah Permas Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(2), 397-406.

Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37-45. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i1.33436

Setyaningsih, N. D., & Asnawi, N. (2021). Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui koperasi syariah: Pendekatan participatory action research. Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 124–143. https://doi.org/10.51339/khidmatuna.v2i1.199

Sitorus, I. R. (2020). Usia Perkawinan Dalam Uu No 16 Tahun 2019 Perspektif Maslahah Mursalah. Nuansa, 13(2), 190-199.

Widyawati, E., & Pierewan, A. C. (2017). Determinan pernikahan usia dini di Indonesia. Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 14(1).https://doi.org/10.21831/socia.v14i1.15890

Wowor, J. S. (2021). Perceraian akibat pernikahan dibawah umur (usia dini). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(5), 814–820. https://doi.org/10.36418/jiss.v2i5.278

Downloads

Published

2026-03-17

How to Cite

Khummaini, M. Y., & Nastangin, N. (2026). The socialization preventions underage marriage according to Marriage Law No. 16 of 2019. Penamas: Journal of Community Service, 6(1), 173–180. https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2839