Pemetaan ketimpangan pembangunan regional di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Pendekatan kuadran dan indeks Bonet

Authors

  • Adelheid Elisabet Loda Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandira
  • Maksimilianus Paulus Jati Gamatara Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandira
  • Joaquina Felicia Saru Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandira
  • Marianus Antonius Deo Datus Banase Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandira

DOI:

https://doi.org/10.53088/jerps.v6i2.3302

Keywords:

Spatial Disparity, Inequality Mapping, Bonet Index, Regional Development Typology, East Nusa Tenggara

Abstract

Regional development disparity is a crucial issue in sustainable development, particularly in geographically fragmented regions such as East Nusa Tenggara (NTT) Province. This study analyzes development inequality across 22 regencies/municipality in NTT using 2024 GRDP per capita data, the Bonet Index, and a four-group quadrant classification based on the empirical quartiles of the index distribution. The Bonet Index is interpreted as the absolute relative deviation of a regency/municipality's GRDP per capita from the provincial GRDP per capita. The results reveal substantial cross-regional disparities. Kupang City records the largest deviation (1.67), followed by East Manggarai Regency (0.41), while Belu records the smallest value (0.04). Quartile-based classification identifies six regions in the highest-disparity group and six regions in the lowest-disparity group. The findings provide a reproducible, spatially oriented classification for identifying priority areas and support differentiated, place-based regional development policies in NTT.

References

Adryawning, V. A., & Widiyanto, D. (2025). Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 20(1), 210-232. https://doi.org/10.20961/region.v20i1.86894

Alfiansyah, H., & Budyanra, B. (2020). Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2013-2017. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 424-429. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.26

Azim, A. N., Sutjipto, H., & Ginanjar, R. A. F. (2022). Determinan ketimpangan pembangunan ekonomi antarprovinsi di indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 2(1), 1-16. https://doi.org/10.23969/jrie.v2i1.23

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2025). Persentase penduduk miskin Provinsi Nusa Tenggara Timur September 2024 turun menjadi 19,02 persen. Berita Resmi Statistik, 15 Januari 2025. https://ntt.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/1400/persentase-penduduk-miskin-provinsi-nusa-tenggara-timur-september-2024-turun-menjadi-19-02-persen.html

Badan Pusat Statistik. (2025). Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, September 2024. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Bonet, J. (2006). Fiscal decentralization and regional income disparities: Evidence from the Colombian experience. The Annals of Regional Science, 40(3), 661–676. https://doi.org/10.1007/s00168-006-0060-z

Finuliyah, F., & Khusaini, M. (2022). Pendapatan asli daerah, belanja infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan antar wilayah. Journal of Development Economic and Social Studies, 1(1), 18-28. https://doi.org/10.21776/jdess.2022.01.1.3

Holivil, E. (2024). Ketimpangan ketenagakerjaan dan dinamika kemiskinan di NTT: Analisis faktor penyebab dan implikasi kebijakan. Jurnal Administrasi Publik, 20(2), 203–226. https://doi.org/10.52316/jap.v20i2.374

Imsar, I., & Zaman, M. Q. (2024). Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Ekonomi Regional di Indonesia. Jurnal Ekonomi-Qu, 14(2), 42-48. https://dx.doi.org/10.35448/jequ.v14i2.30143

Insani, A., Nanda, F., & Rohanah, S. N. (2025). Kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(10), 626-632. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i10.6895

Loda, A. E., Nyoman, I., & Yasa, M. (2024). Determinants of Economic Growth and Poverty Levels of Districts/Cities in East Nusa Tenggara Province. International Research Journal of Economics and Management Studies, 3(8), 16-29. https://doi.org/10.56472/25835238/IRJEMS-V3I8P103

Marpaung, T. A., Daei, M. I., Habibi, D., & Harahap, N. (2024). Strategi Pembangunan Nasional Terhadap Ketimpangan Ekonomi Antar Daerah Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 2(1), 317-334. https://doi.org/10.59059/jupiekes.v2i1.986

Mbura, C. R., & Ginting, C. P. (2025). Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021-2024. Jurnal Statistika Terapan, 5(1), 21–35. https://doi.org/10.64930/jstar.v5i1.113

Puspita, D., & Imsar, I. (2025). Analisis pertumbuhan ekonomi regional dan ketimpangan pembangunan antar wilayah di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(8), 513-520. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i8.6286

Raharti, R., Laras, T., & Oktavianti, O. (2021). Model Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 12(2), 257-270. https://doi.org/10.33059/jseb.v12i2.2422

Ramadhani, A., Laura, P., Diangera, T. N. A., Wahyudi, R., Pratiwi, R. S., Saputra, F. E. D., ... & Kusuma, F. A. (2025). Dinamika Dan Ketimpangan Pembangunan Dalam Pelaksanaan Asas Desentralisasi Antar Daerah Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(12), 301-310. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i12.7465

Sabaha, A., Hanum, K. F., Mumtaz, A., Amilia, L., Rajan, G., Fadhilah, M. F., ... & Desmawan, D. (2025). Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Wilayah: Studi Kasus Kota Tangerang Dan Kabupaten Pandeglang. Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 37-42. https://doi.org/10.59086/jeb.v4i1.698

Sugiastuti, R. H., & Pratama, M. R. (2022). Dampak buruk pembangunan tanpa pemerataan: Kesenjangan ekonomi antar wilayah di Indonesia. Profit: Jurnal Adminsitrasi Bisnis, 16(1), 79-90. https://doi.org/10.21776/ub.profit.2022.-16.01.8

Tahir G, M., Tinri, M. D. N., & Anas, F. (2025). Ketimpangan sosial dan akses terhadap teknologi: Dampaknya terhadap mobilitas sosial masyarakat di Kota Makassar. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(2), 9-14. https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss2.1363

Wahyudi, W. (2023). Pengeluaran Pemerintah Provinsi Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia. Sebatik, 27(2), 708-715. https://doi.org/10.46984/sebatik.v27i2.2369

Zasriati, M. (2022). Analisis Ketimpangan Pembangunan di Indonesia Tahun 2010-2020. Al Dzahab, 3(2), 119-131.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Loda, A. E., Gamatara, M. P. J., Saru, J. F., & Banase, M. A. D. D. (2026). Pemetaan ketimpangan pembangunan regional di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Pendekatan kuadran dan indeks Bonet. Journal of Economics Research and Policy Studies, 6(2), 807–818. https://doi.org/10.53088/jerps.v6i2.3302