Pemetaan ketimpangan pembangunan regional di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Pendekatan kuadran dan indeks Bonet
DOI:
https://doi.org/10.53088/jerps.v6i2.3302Keywords:
Spatial Disparity, Inequality Mapping, Bonet Index, Regional Development Typology, East Nusa TenggaraAbstract
Regional development disparity is a crucial issue in sustainable development, particularly in geographically fragmented regions such as East Nusa Tenggara (NTT) Province. This study analyzes development inequality across 22 regencies/municipality in NTT using 2024 GRDP per capita data, the Bonet Index, and a four-group quadrant classification based on the empirical quartiles of the index distribution. The Bonet Index is interpreted as the absolute relative deviation of a regency/municipality's GRDP per capita from the provincial GRDP per capita. The results reveal substantial cross-regional disparities. Kupang City records the largest deviation (1.67), followed by East Manggarai Regency (0.41), while Belu records the smallest value (0.04). Quartile-based classification identifies six regions in the highest-disparity group and six regions in the lowest-disparity group. The findings provide a reproducible, spatially oriented classification for identifying priority areas and support differentiated, place-based regional development policies in NTT.
References
Adryawning, V. A., & Widiyanto, D. (2025). Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 20(1), 210-232. https://doi.org/10.20961/region.v20i1.86894
Alfiansyah, H., & Budyanra, B. (2020). Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2013-2017. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 424-429. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.26
Azim, A. N., Sutjipto, H., & Ginanjar, R. A. F. (2022). Determinan ketimpangan pembangunan ekonomi antarprovinsi di indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 2(1), 1-16. https://doi.org/10.23969/jrie.v2i1.23
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2025). Persentase penduduk miskin Provinsi Nusa Tenggara Timur September 2024 turun menjadi 19,02 persen. Berita Resmi Statistik, 15 Januari 2025. https://ntt.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/1400/persentase-penduduk-miskin-provinsi-nusa-tenggara-timur-september-2024-turun-menjadi-19-02-persen.html
Badan Pusat Statistik. (2025). Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, September 2024. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Bonet, J. (2006). Fiscal decentralization and regional income disparities: Evidence from the Colombian experience. The Annals of Regional Science, 40(3), 661–676. https://doi.org/10.1007/s00168-006-0060-z
Finuliyah, F., & Khusaini, M. (2022). Pendapatan asli daerah, belanja infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan antar wilayah. Journal of Development Economic and Social Studies, 1(1), 18-28. https://doi.org/10.21776/jdess.2022.01.1.3
Holivil, E. (2024). Ketimpangan ketenagakerjaan dan dinamika kemiskinan di NTT: Analisis faktor penyebab dan implikasi kebijakan. Jurnal Administrasi Publik, 20(2), 203–226. https://doi.org/10.52316/jap.v20i2.374
Imsar, I., & Zaman, M. Q. (2024). Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Ekonomi Regional di Indonesia. Jurnal Ekonomi-Qu, 14(2), 42-48. https://dx.doi.org/10.35448/jequ.v14i2.30143
Insani, A., Nanda, F., & Rohanah, S. N. (2025). Kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(10), 626-632. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i10.6895
Loda, A. E., Nyoman, I., & Yasa, M. (2024). Determinants of Economic Growth and Poverty Levels of Districts/Cities in East Nusa Tenggara Province. International Research Journal of Economics and Management Studies, 3(8), 16-29. https://doi.org/10.56472/25835238/IRJEMS-V3I8P103
Marpaung, T. A., Daei, M. I., Habibi, D., & Harahap, N. (2024). Strategi Pembangunan Nasional Terhadap Ketimpangan Ekonomi Antar Daerah Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 2(1), 317-334. https://doi.org/10.59059/jupiekes.v2i1.986
Mbura, C. R., & Ginting, C. P. (2025). Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021-2024. Jurnal Statistika Terapan, 5(1), 21–35. https://doi.org/10.64930/jstar.v5i1.113
Puspita, D., & Imsar, I. (2025). Analisis pertumbuhan ekonomi regional dan ketimpangan pembangunan antar wilayah di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(8), 513-520. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i8.6286
Raharti, R., Laras, T., & Oktavianti, O. (2021). Model Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 12(2), 257-270. https://doi.org/10.33059/jseb.v12i2.2422
Ramadhani, A., Laura, P., Diangera, T. N. A., Wahyudi, R., Pratiwi, R. S., Saputra, F. E. D., ... & Kusuma, F. A. (2025). Dinamika Dan Ketimpangan Pembangunan Dalam Pelaksanaan Asas Desentralisasi Antar Daerah Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(12), 301-310. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i12.7465
Sabaha, A., Hanum, K. F., Mumtaz, A., Amilia, L., Rajan, G., Fadhilah, M. F., ... & Desmawan, D. (2025). Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Wilayah: Studi Kasus Kota Tangerang Dan Kabupaten Pandeglang. Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 37-42. https://doi.org/10.59086/jeb.v4i1.698
Sugiastuti, R. H., & Pratama, M. R. (2022). Dampak buruk pembangunan tanpa pemerataan: Kesenjangan ekonomi antar wilayah di Indonesia. Profit: Jurnal Adminsitrasi Bisnis, 16(1), 79-90. https://doi.org/10.21776/ub.profit.2022.-16.01.8
Tahir G, M., Tinri, M. D. N., & Anas, F. (2025). Ketimpangan sosial dan akses terhadap teknologi: Dampaknya terhadap mobilitas sosial masyarakat di Kota Makassar. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(2), 9-14. https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss2.1363
Wahyudi, W. (2023). Pengeluaran Pemerintah Provinsi Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia. Sebatik, 27(2), 708-715. https://doi.org/10.46984/sebatik.v27i2.2369
Zasriati, M. (2022). Analisis Ketimpangan Pembangunan di Indonesia Tahun 2010-2020. Al Dzahab, 3(2), 119-131.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adelheid Elisabet Loda, Maksimilianus Paulus Jati Gamatara, Joaquina Felicia Saru, Marianus Antonius Deo Datus Banase

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
The author(s) retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC BY-SA 4.0 license that allows others to remix, adapt, and build upon the work even for commercial purposes, as long as they credit the author(s) and license their new creations under the identical terms.
License details: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
